Pengertian Biografi
Ø Biografi berasal dari bahasa Yunani,
Bios yang memiliki arti hidup dan graphien yang berarti tulis. Biografi
merupakan sebuah tulisan yang membahas tentang kehidupan seseorang secara
sederhana, biografi dapat di artikan sebagi sebuah kisah riwayat hidup seseorang.
Biografi sendiri dapat berbentuk hanya beberapa baris kalimat saja, namun
biografi tersebut dapat lebih dari 1 buku.
Biografi Dewi Sartika Pahlawan
Pendidikan Indonesia
Raden Dewi
Sartika adalah seorang tokoh wanita pelopor pendidikan yang ada di Indonesia.Ia
berjuang keras dalam mewujudkan pendidikan yang layak bagi kaum wanita,pada
saat itu, yang di mana pada saat itu wanita masih belum mendapatkan pendidikan
yang layak sehingga menyebabkan kaum wanita pada saat itu sering dipandang
remeh oleh kaum laki-laki yang berpendidikan tinggi.
Dewi Sartika
lahir pada tanggal 4 Desember di Bandung, Jawa Barat. Orang tuanya berasal dari
priyayi Sunda, yang benama Raden Somanegara dan Raden Ayu Rajapermas. Yahnya
merupakan pejuang kemerdekaan pada masa itu. Kedua orang tuanya bersikeras
untuk menyekolahkannya Sartika di sekolah Belanda walaupun hal tersebut
bertentangan dengan budaya adat pada waktu itu.
Saat menjadi
patih di bandung,Raden Somanagara menentang Pemerintah Hindia-Belanda, yang
menyebabkan istrinya dibuang di Ternate. Dewi diasuh oleh pamannya yang
merupakan kakak dari ibunya, yang bernama Arya yang pada saat itu menjabat
ebagai Patih di Cicalengka. Ia diasuh oleh pamannya lantaran ayahnya meninggal
dunia dan juga ibunya yang telah diasingkan ke Ternate.
Dewi Sartika
mendapakan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda dari pamannya. Ia juga
berwawasan kebudayaan Barat yang didapatkannya dari seseorang nyonya Asisten
Residen berkebangsaan berkebangsaan Belanda. Ia menunjukkan potensinya dalam dunia
pendidikan saat masih kecil. Hal tersebut didukung oleh kegemarannya yang
sering memperagakan praktik yang ia terima di sekolah, belajar membaca-menulis,
dan bahasa Belanda, yang ia ajarkan kepada anak-anak pembantu di kepatihan, ia
melakukannya sabil bermain di belakang geung kepatihan. Sederhana saja, alat
yang ia gunakan adalah papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting
yang dijadikannya sebagai alat bantu belajar.
Anak-ank
pembantu yang ada di kepatihan mampu untuk membaca, menulis beberapa kata dalam
bahasa Belanda yang membuat masyarakat di Cicalengka gempar. Masyarakat di sana
kaget karena pada waktu itu belum ada anak(anak rakyat jelata) yang mempunyai
kemampuan seperti itu. Mereka memiliki kemampuan tersebut karena diajari oleh
Dewi sartika.
Saat remaja
Dewi Sartika kembali ke Bandung dan tinggal bersama ibunya. Ia semakin yakin
untuk mewujudkan cita-citanya selama ini, yaitu mendirikan sebuah sekolah yang
bertujuan untuk memajukan pendidikan untuk kaum wanita. Cita-citanya tersebut
sejalan dengan cita-cita yang imiliki oleh pamannya. Namun cita-citanya
tersebut sulit untuk diwujudkan karena hukum adat pada saat itu yang mengekang
kaum wanita untuk berpendidikan.
Kegigihan
dalam berusaha tidak akan pernah menghianatai, hasilnya Dewi Sartika berhasil
mendirikan sebuah sekolah yang dikhususkan untuk kaum wanita. Materi yang ia
ajarkan masih sedikit hanya meliputi: merenda, memasak, jahit-menjahit,
membaca, yang bertujuan untuk membuta wanita mempunyai keterampilan.
Pada tanggal
16 Januari 1904, setelah berkonsultasi dengan Bupati R.A.A Martanagara, Dewi
Sartika membuka sebuah sebuah sekolah yang bernama Sakola Istri (Sekolah
Perempuan) pertama yang ada di Hidia-Belanda. Sakola Istri yang bertempat di
ruangan pendopo kabupaten Bandung, ia dibantu oleh dua saudara sepupunya, yaitu
Ny.Poerwa dan Nyi.Oewid dalam mengajar. Murid angkatan pertamanya terdiri dari
20 orang.
Pada tahun
1905, sekolahnya menambah kelas,sehingga membuatnya pindah lokasi ke jalan
Ciguariang, Kebun cau. Tempat ini dibeli oleh Dewi Sartika dengan uang
tabungannyadan bantuan dana pribadi Bupati Bandung. Tahun 1906, Dewi Sartika
menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawati. Suaminya juga seorang guru di
sekolah Karang Pamualang, yang saat itu merupakan sekolah Latihan Guru. Dari
pernikahan tersebut mereka memiliki putra bernama R.Atot, yang merupakan Ketua
Umum BIVB,sebuah klub sepak bola yang merupakan cikal bakal dari Persib
Bandung.
Pada
tahun-tahun berikutnya di beberapa Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri, yang
di kelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita sama dengan Dewi Sartika. Lulusan
pertama dari Sakola Istri, yaitubpada tahun 1909.
Pada
tahun 1912, sudah berdiri sembilan Sakola Istri di setengah dari seluruh
kota-kota Kabupaten Pasundan. Pada Tahun 1914, Sakola Istri berganti nama
menjadi Sakola Kautamaan Istri (sekolah keutamaan perempuan). Kota-kota
Kabupaten Pasundan yang beum memiliki Sakola Kautamaan Istri hanya tanggal 5/4.
Pada Tahun 1920 seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan
Istri. Sakola Istri juga didirikan di Bukittinggi, yang didirikan oleh Encik
Rama Rama Saleh.
Dewi
Santika meninggal pada tanggal 11 September 1947 di Tasikmalaya. Di makamkan di
pemakaman Cigagadon Desa Rahayu Kecamatan Cincem. Tiga tahun kemudian di
makamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar,
Kabupaten Bandung.
Dedikasinya
dalam mencerdaskan bangsa dan perjuangannya dalam pendidikan di Indonesia. Ia
diberi gelar kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan
tersebut diberikan tanggal 1 Desember 1966.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar