Selasa, 29 Desember 2015

Pengertian Biografi



Pengertian Biografi
Ø    Biografi berasal dari bahasa Yunani, Bios yang memiliki arti hidup dan graphien yang berarti tulis. Biografi merupakan sebuah tulisan yang membahas tentang kehidupan seseorang secara sederhana, biografi dapat di artikan sebagi sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Biografi sendiri dapat berbentuk hanya beberapa baris kalimat saja, namun biografi tersebut dapat lebih dari 1 buku.

Biografi Dewi Sartika Pahlawan Pendidikan Indonesia

            Raden Dewi Sartika adalah seorang tokoh wanita pelopor pendidikan yang ada di Indonesia.Ia berjuang keras dalam mewujudkan pendidikan yang layak bagi kaum wanita,pada saat itu, yang di mana pada saat itu wanita masih belum mendapatkan pendidikan yang layak sehingga menyebabkan kaum wanita pada saat itu sering dipandang remeh oleh kaum laki-laki yang berpendidikan tinggi.
            Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember di Bandung, Jawa Barat. Orang tuanya berasal dari priyayi Sunda, yang benama Raden Somanegara dan Raden Ayu Rajapermas. Yahnya merupakan pejuang kemerdekaan pada masa itu. Kedua orang tuanya bersikeras untuk menyekolahkannya Sartika di sekolah Belanda walaupun hal tersebut bertentangan dengan budaya adat pada waktu itu.
            Saat menjadi patih di bandung,Raden Somanagara menentang Pemerintah Hindia-Belanda, yang menyebabkan istrinya dibuang di Ternate. Dewi diasuh oleh pamannya yang merupakan kakak dari ibunya, yang bernama Arya yang pada saat itu menjabat ebagai Patih di Cicalengka. Ia diasuh oleh pamannya lantaran ayahnya meninggal dunia dan juga ibunya yang telah diasingkan ke Ternate.
            Dewi Sartika mendapakan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda dari pamannya. Ia juga berwawasan kebudayaan Barat yang didapatkannya dari seseorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan berkebangsaan Belanda. Ia menunjukkan potensinya dalam dunia pendidikan saat masih kecil. Hal tersebut didukung oleh kegemarannya yang sering memperagakan praktik yang ia terima di sekolah, belajar membaca-menulis, dan bahasa Belanda, yang ia ajarkan kepada anak-anak pembantu di kepatihan, ia melakukannya sabil bermain di belakang geung kepatihan. Sederhana saja, alat yang ia gunakan adalah papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting yang dijadikannya sebagai alat bantu belajar.
            Anak-ank pembantu yang ada di kepatihan mampu untuk membaca, menulis beberapa kata dalam bahasa Belanda yang membuat masyarakat di Cicalengka gempar. Masyarakat di sana kaget karena pada waktu itu belum ada anak(anak rakyat jelata) yang mempunyai kemampuan seperti itu. Mereka memiliki kemampuan tersebut karena diajari oleh Dewi sartika.
            Saat remaja Dewi Sartika kembali ke Bandung dan tinggal bersama ibunya. Ia semakin yakin untuk mewujudkan cita-citanya selama ini, yaitu mendirikan sebuah sekolah yang bertujuan untuk memajukan pendidikan untuk kaum wanita. Cita-citanya tersebut sejalan dengan cita-cita yang imiliki oleh pamannya. Namun cita-citanya tersebut sulit untuk diwujudkan karena hukum adat pada saat itu yang mengekang kaum wanita untuk berpendidikan.
            Kegigihan dalam berusaha tidak akan pernah menghianatai, hasilnya Dewi Sartika berhasil mendirikan sebuah sekolah yang dikhususkan untuk kaum wanita. Materi yang ia ajarkan masih sedikit hanya meliputi: merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, yang bertujuan untuk membuta wanita mempunyai keterampilan.
            Pada tanggal 16 Januari 1904, setelah berkonsultasi dengan Bupati R.A.A Martanagara, Dewi Sartika membuka sebuah sebuah sekolah yang bernama Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama yang ada di Hidia-Belanda. Sakola Istri yang bertempat di ruangan pendopo kabupaten Bandung, ia dibantu oleh dua saudara sepupunya, yaitu Ny.Poerwa dan Nyi.Oewid dalam mengajar. Murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang.
            Pada tahun 1905, sekolahnya menambah kelas,sehingga membuatnya pindah lokasi ke jalan Ciguariang, Kebun cau. Tempat ini dibeli oleh Dewi Sartika dengan uang tabungannyadan bantuan dana pribadi Bupati Bandung. Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawati. Suaminya juga seorang guru di sekolah Karang Pamualang, yang saat itu merupakan sekolah Latihan Guru. Dari pernikahan tersebut mereka memiliki putra bernama R.Atot, yang merupakan Ketua Umum BIVB,sebuah klub sepak bola yang merupakan cikal bakal dari Persib Bandung.
            Pada tahun-tahun berikutnya di beberapa Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri, yang di kelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki  cita-cita sama dengan Dewi Sartika. Lulusan pertama dari Sakola Istri, yaitubpada tahun 1909.
            Pada tahun 1912, sudah berdiri sembilan Sakola Istri di setengah dari seluruh kota-kota Kabupaten Pasundan. Pada Tahun 1914, Sakola Istri berganti nama menjadi Sakola Kautamaan Istri (sekolah keutamaan perempuan). Kota-kota Kabupaten Pasundan yang beum memiliki Sakola Kautamaan Istri hanya tanggal 5/4. Pada Tahun 1920 seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri. Sakola Istri juga didirikan di Bukittinggi, yang didirikan oleh Encik Rama Rama Saleh.
            Dewi Santika meninggal pada tanggal 11 September 1947 di Tasikmalaya. Di makamkan di pemakaman Cigagadon Desa Rahayu Kecamatan Cincem. Tiga tahun kemudian di makamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Kabupaten Bandung.
            Dedikasinya dalam mencerdaskan bangsa dan perjuangannya dalam pendidikan di Indonesia. Ia diberi gelar kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut diberikan tanggal 1 Desember 1966.
           
           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas 7 ( Pelaporan keuangan dan perubahan harga )

Nama Jurnal Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume / Halaman VOL. 8, NO. 1, /71-77 Nama Penulis ...