Selasa, 29 Desember 2015

BAHASA INDONESIA SALAH NALAR



BAHASA  INDONESIA
SALAH NALAR


                                            




NAMA DOSEN : Drs.BUDI SANTOSO
NAMA                : DINI FASYA PUTRI
NPM                   : 22213572

KELAS               : 3EB22





FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015

KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Salah Nalar.

    Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
   
    Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah  ini.
   
    Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang Salah Nalar untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
   






                                                                               Bekasi, Desember 2015

                                                                                         Penyusun







i
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................2
1.4 Manfaat Penelitian...............................................................................2
1.5 Ruang Lingkup.................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................3
            2.1 Pengertian Salah Nalar............ ........................................................3
                2.2  Jenis-Jenis Salah Nalar........................................................................4
2.3  konsep Dan Simbol Dalam Penalaran.................................................5
BAB III KESIMPULAN............................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................7




















ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan proses pengembangan daya nalar,keterampilan,dan moralitas kehidupan pada potensi yang dimiliki oleh setiap manusia.Kualitas pendidikan besar pengaruhnya terhadap kualitas sumber daya manusia.Selain dapat mengembangkan potesi dan keterampilan , pendidikan juga dapat membantu mengarahkan manusia dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk beragama dan makhluk sosial dengan baik. Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 dinyatakan :
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencna untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki keuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa,dan Negara.”
Untuk mewujudkan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia,dibutuhkan adanya perbaikan mutu pendidikan. Perbaikan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan banyak cara,salah satunya yaitu melalui proses pembelajaran. Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 20 menjelaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber belajar pada suau lingkungan belajar.Proses pembelajaran akan mempengaruhi hasil belajar siswa dan ketercapaian tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan dapat terjadi di mana saja,salah satunya yaitu di  di sekolah,terutama melalui proses pembelajaran di kelas,terdapat sejumlah mata pelajaran di kelas. Dalam proses pembelajaran di kelas,terdapat sejumlah mata pelajaran pokok di antaranya adalah matematika. Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22 Tahun 2006 tentang standar Isi  Satuan Pendidikan pasal 1 ayat 1 dijelakan bahwa matematika adalah salah satu di antara mata pelajaran pokok yang diajarkan kepada siswa. Hal ini ditetapkan berdasarkan pentingnya matematika untuk siswa.Cornelius (Abdurrahman,2003:253) menyatakan :
Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan :
1.      Sarana berpikir yang jelas dan logis
2.      Sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari
3.      Sarana mengenal pola hubungan dan generalisasi pengalaman
4.      Sarana untuk mengembangkan kreativitas
5.      Sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan,maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  “Apakah penerapan model probing-prompting efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis pada siswa kelas VIII SMP Negri 9 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2014/2015?”

1


1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas model probing-prompting ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negri 9 Bandarlampung tahun plajaran 2014/2015.

1.4  Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi dalam pendidikan matematika berkaitan dengan model pembelajaran probing-prompting dan hubungannya dengan kemampuan berpikir kritis siswa.

2.Manfaat praktis
a. Bagi guru,diharpak penelitian ini dapat menjadi masukan dalam memilih model pembelajaran serta dapat menjadi referensi dalam menggunakan model probing-prompting dalam proses pembelajaran.
b. Bagi sekolah,memberikan masukan tentang model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
c. bagi peneliti,sebagai referensi tambahan mengenai model probing prompting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis,khususnya pada pembelajaran matematika.

1.5  Ruang Lingkup
Ruang Lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Efektivitas Pembelajaran
Efektivitas Pembelajaran adalah ukuran tingkat keberhasilan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Model probing-prompting dapat dikatakan efektif,jika persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan lebih dari 60%.
2. Model Probing-prompting
Prombing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru  menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari.
3. Berpikir Kritis
Berpikir kritis adalah suatu proses berpikir yang bertujuan untuk membuat keputusan rasional yang diarahkan untuk memutuskan apakah meyakini atau melakukan sesuatu. Kemampuan berpikir kritis yang akan diukur hanya berasal dari skor tes tertulis pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dengan indikator berpikir kritis :
a.menganalisis argumen
b.Mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak
c.Menentukan suatu tindakan




2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Salah Nalar

Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir untuk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan struktur kalimat,dan karena dorongan emosi. Salah nalar ada dua macam:

1. Salah Nalar Induktif berupa :
a. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas
b. Kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat
c. Kesalahan analogi

2. Kesalahan Deduktif Dapat Disebabkan :
a. Kesalahan karena premis mayo tidak dibatasi
b. Kesalahan karena adanya term keempat
c. Kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi
d. Kesalahan karena adanya 2 premi negatif. Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh bener dan boleh tidak benar.

Pengertian Dan Contoh Salah Nalar :
1. Gagasan
2.Pikiran
3.kepercayaan
4. Simpulan yang salah,keliru,atau cacat

Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan,seperti salah ucap atau salah tulis misalnya.
Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan,disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu.Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut materi dan proses penalarannya yang merupakan kesalahan formal.
Berikut ini salah nalar yang berhubungan dengan induktif, yaitu :
A. Generalisasi Terlalu Luas
Contoh : Perekonomian Indonesia sangat berkembang
B. Analogi yang salah
Contoh : Ibu Wahyu,seseorang penjual batik yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Putri seorang penjual batik, tentu dapat menjualnya dengan harga terjangkau.

3
2.2 Jenis-Jenis Salah Nalar

A. Deduksi Yang Salah
Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
Contoh :
-          Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas
-          Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu
B. Generalisasi Terlalu Luas
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh :
-          Setiap orang yang telah mengikuti penataran P4 akan menjadi manusia panasilais sejati.
-          Anak-anak tidak bleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.
C. Pemilihan Terbatas pada Dua Alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Contoh :
-         Orang itu membakar rumahnya agar kejahatanyang dilakukan tidak diketahui orang lai.
D. Penyebab Salah Nalar
            Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Contoh :
-         Ichal mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya.
-         Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.
E. Analogi Yang Salah
            Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Contoh :
-         Ridho walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
F. Argumentasi Bidik Orang
            Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
Contoh :
-          Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya memiliki enam orang anak.





4
2.3  konsep Dan Simbol Dalam Penalaran
            Penalaran juga merupakan aktifitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol-simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran terbentuk bahasa. Sehingga wujud penalaran akan berupa argumen. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proporsi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen.
            Argumenlah yang dapat menentukan kebenran konklusi dari premis. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada proporsi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proporsi.
            Bersama-sama dengan terbentuknyapula proporsi dan dari proporsi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proporsi sedangkan proporsi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.































5

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

            Jadi, maksud dari penalaran adalah untuk menemukan kebenaran. Dan kebenaran dapat dicapai jika syarat-syarat dalam menalar dapat dipenuhi :

-          Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
-          Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat,diturunkan dari aturan-aturan berpikir yang tepat sedangkan materi berarti isi atau bahan dijadikan sebagai premis tepat.





























6
DAFTAR PUSTAKA


-          http://Rialestari2708.blogspot.co.id/2013/01/salah-nalar.html









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas 7 ( Pelaporan keuangan dan perubahan harga )

Nama Jurnal Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume / Halaman VOL. 8, NO. 1, /71-77 Nama Penulis ...