BAHASA INDONESIA
SALAH NALAR
NAMA DOSEN : Drs.BUDI SANTOSO
NAMA : DINI FASYA PUTRI
NPM : 22213572
KELAS : 3EB22
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah tentang Salah Nalar.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa
masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari
pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang Salah
Nalar untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.
Bekasi, Desember 2015
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR..........................................................................................
i
DAFTAR
ISI......................................................................................................
ii
BAB
I
PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah...........................................................................1
1.3 Tujuan
Penulisan.............................................................................2
1.4 Manfaat Penelitian...............................................................................2
1.5 Ruang
Lingkup.................................................................................2
BAB
II PEMBAHASAN.......................................................................................3
2.1 Pengertian Salah Nalar............
........................................................3
2.2 Jenis-Jenis
Salah Nalar........................................................................4
2.3
konsep Dan Simbol Dalam Penalaran.................................................5
BAB III
KESIMPULAN............................................................................................6
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................7
ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan proses pengembangan daya
nalar,keterampilan,dan moralitas kehidupan pada potensi yang dimiliki oleh
setiap manusia.Kualitas pendidikan besar pengaruhnya terhadap kualitas sumber
daya manusia.Selain dapat mengembangkan potesi dan keterampilan , pendidikan
juga dapat membantu mengarahkan manusia dalam menjalani kehidupan sebagai
makhluk beragama dan makhluk sosial dengan baik. Dalam UU No. 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 dinyatakan :
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencna untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki keuatan spiritual
keagamaan,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta
keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa,dan Negara.”
Untuk mewujudkan pendidikan yang mampu meningkatkan
kualitas sumber daya manusia,dibutuhkan adanya perbaikan mutu pendidikan.
Perbaikan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan banyak cara,salah satunya
yaitu melalui proses pembelajaran. Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 20 menjelaskan bahwa pembelajaran adalah
proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber belajar pada suau
lingkungan belajar.Proses pembelajaran akan mempengaruhi hasil belajar siswa
dan ketercapaian tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan dapat terjadi di mana saja,salah satunya
yaitu di di sekolah,terutama melalui
proses pembelajaran di kelas,terdapat sejumlah mata pelajaran di kelas. Dalam
proses pembelajaran di kelas,terdapat sejumlah mata pelajaran pokok di
antaranya adalah matematika. Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22
Tahun 2006 tentang standar Isi Satuan
Pendidikan pasal 1 ayat 1 dijelakan bahwa matematika adalah salah satu di
antara mata pelajaran pokok yang diajarkan kepada siswa. Hal ini ditetapkan
berdasarkan pentingnya matematika untuk siswa.Cornelius (Abdurrahman,2003:253)
menyatakan :
Lima alasan perlunya belajar matematika karena
matematika merupakan :
1.
Sarana berpikir
yang jelas dan logis
2.
Sarana untuk
memecahkan masalah kehidupan sehari-hari
3.
Sarana mengenal
pola hubungan dan generalisasi pengalaman
4.
Sarana untuk
mengembangkan kreativitas
5.
Sarana untuk
meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah
dikemukakan,maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah penerapan model probing-prompting efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis
pada siswa kelas VIII SMP Negri 9 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2014/2015?”
1
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui efektivitas model probing-prompting
ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negri 9
Bandarlampung tahun plajaran 2014/2015.
1.4 Manfaat
Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
sumbangan informasi dalam pendidikan matematika berkaitan dengan model
pembelajaran probing-prompting dan hubungannya dengan kemampuan berpikir kritis
siswa.
2.Manfaat praktis
a. Bagi guru,diharpak penelitian ini dapat menjadi
masukan dalam memilih model pembelajaran serta dapat menjadi referensi dalam
menggunakan model probing-prompting dalam proses pembelajaran.
b. Bagi sekolah,memberikan masukan tentang model
pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran
matematika.
c. bagi peneliti,sebagai referensi tambahan mengenai
model probing prompting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis,khususnya
pada pembelajaran matematika.
1.5 Ruang
Lingkup
Ruang Lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Efektivitas Pembelajaran
Efektivitas Pembelajaran adalah ukuran
tingkat keberhasilan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang diharapkan. Model probing-prompting dapat dikatakan efektif,jika
persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan lebih dari 60%.
2. Model Probing-prompting
Prombing-prompting adalah pembelajaran
dengan cara guru menyajikan serangkaian
pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir
yang mengaitkan pengetahuan siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru
yang sedang dipelajari.
3. Berpikir Kritis
Berpikir kritis adalah suatu
proses berpikir yang bertujuan untuk membuat keputusan rasional yang diarahkan
untuk memutuskan apakah meyakini atau melakukan sesuatu. Kemampuan berpikir
kritis yang akan diukur hanya berasal dari skor tes tertulis pada materi Sistem
Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dengan indikator berpikir kritis :
a.menganalisis argumen
b.Mempertimbangkan apakah sumber
dapat dipercaya atau tidak
c.Menentukan suatu tindakan
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Salah Nalar
Salah nalar dapat terjadi di dalam
proses berpikir untuk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan
pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan
struktur kalimat,dan karena dorongan emosi. Salah nalar ada dua macam:
1. Salah Nalar Induktif berupa :
a. kesalahan karena generalisasi yang
terlalu luas
b. Kesalahan penilaian hubungan
sebab-akibat
c. Kesalahan analogi
2. Kesalahan Deduktif Dapat Disebabkan :
a. Kesalahan karena premis mayo tidak
dibatasi
b. Kesalahan karena adanya term
keempat
c. Kesalahan karena kesimpulan terlalu
luas/tidak dibatasi
d. Kesalahan karena
adanya 2 premi negatif. Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh bener dan
boleh tidak benar.
Pengertian Dan Contoh Salah Nalar :
1. Gagasan
2.Pikiran
3.kepercayaan
4. Simpulan yang salah,keliru,atau
cacat
Dalam ucapan atau tulisan kerap kali
kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi
secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang
menyenangkan,seperti salah ucap atau salah tulis misalnya.
Ada pula kesalahan yang terjadi karena
ketidaktahuan,disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan
tertentu.Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang
berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini
akan mencakup dua jenis kesalahan menurut materi dan proses penalarannya yang
merupakan kesalahan formal.
Berikut ini salah nalar yang
berhubungan dengan induktif, yaitu :
A. Generalisasi Terlalu Luas
Contoh : Perekonomian Indonesia sangat
berkembang
B. Analogi yang salah
Contoh : Ibu Wahyu,seseorang penjual
batik yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Putri
seorang penjual batik, tentu dapat menjualnya dengan harga terjangkau.
3
2.2 Jenis-Jenis Salah Nalar
A. Deduksi Yang Salah
Simpulan dari suatu silogisme dengan
diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
Contoh :
-
Kalau listrik
masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas
-
Semua gelas akan
pecah bila dipukul dengan batu
B. Generalisasi Terlalu Luas
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah
premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi
itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh :
-
Setiap orang yang
telah mengikuti penataran P4 akan menjadi manusia panasilais sejati.
-
Anak-anak tidak
bleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.
C. Pemilihan Terbatas pada Dua Alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh
penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Contoh :
-
Orang itu
membakar rumahnya agar kejahatanyang dilakukan tidak diketahui orang lai.
D. Penyebab Salah Nalar
Salah nalar ini disebabkan oleh
kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Contoh
:
-
Ichal mendapat
kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya.
-
Anak wanita
dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.
E.
Analogi Yang Salah
Salah nalar ini dapat terjadi bila orang
menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu
segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Contoh
:
-
Ridho walaupun
lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
F.
Argumentasi Bidik Orang
Salah nalar jenis ini disebabkan
oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
Contoh
:
-
Program keluarga
berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya
memiliki enam orang anak.
4
2.3 konsep Dan Simbol Dalam Penalaran
Penalaran juga merupakan aktifitas
pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol-simbol atau lambang
yang digunakan dalam penalaran terbentuk bahasa. Sehingga wujud penalaran akan
berupa argumen. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak
dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proporsi simbol yang digunakan
adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa
argumen.
Argumenlah yang dapat menentukan
kebenran konklusi dari premis. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga
bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak
ada proporsi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proporsi.
Bersama-sama dengan terbentuknyapula
proporsi dan dari proporsi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau
dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proporsi sedangkan proporsi
merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
5
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Jadi,
maksud dari penalaran adalah untuk menemukan kebenaran. Dan kebenaran dapat
dicapai jika syarat-syarat dalam menalar dapat dipenuhi :
-
Suatu penalaran
bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang
memang benar atau sesuatu yang memang salah.
-
Dalam penalaran,
pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis
harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal
maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat,diturunkan
dari aturan-aturan berpikir yang tepat sedangkan materi berarti isi atau bahan
dijadikan sebagai premis tepat.
6
DAFTAR PUSTAKA
-
http://Rialestari2708.blogspot.co.id/2013/01/salah-nalar.html