A. Investasi langsung di pasar uang :
a. Treasury bill
Treasury bill adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh
negara dan dijual atas dasar diskonto, biasanya berjangka waktu 90 hari, 180 hari,
270 hari, dan maksimal satu tahun .
b. Deposito yang dinegoisasi
Deposito yang dinegoisasi adalah aktiva keuangan suatu perusahaan yang
dapat diperjual belikan di pasar uang yang mempunyai risiko gagal kecil, jatuh
tempo pendek dan tingkat cair tinggi.
B. Investasi langsung di pasar modal :
a. Treasury bond
Treasury bond adalah sekuritas pemerintah yang digunakan untuk
pendanaan dalam utang pemerintah. Pembayaran kuponnya bersifat semi-annual.
Ketika diterbitkan, US Treasury Notes memiliki masa jatuh tempo 2 (dua) sampai
10 (sepuluh) tahun dan US Treasury-Bond memiliki masa jatuh temponya lebih dari
10 (sepuluh) tahun. Fungsi dari Treasury bond yaitu untuk mengontrol jumlah
uang yang beredar. Apabila treasury bond nya dijual maka mengurangi jumlah uang
beredar, sehingga mengurangi likuiditas. Apabila treasurnya dibeli kembali maka
meningkatkan jumlah uang beredar dan menurunkan tingkat suku bunga.
b. Federal agency securities
Federal agency securities adalah surat
hutang dari perusahaan-perusahaan dan agen-agen untuk mendukung program
pemerintah Negara bagian di Amerika. Ada 5 agen besar yang memperjual-belikan
sekuritas ini yaitu Federal National
Mortgage Association, The Federal Home Loan Banks, The Federal Land Banks, The
Federal Intermediate Credit Banks and The Banks for Cooperatives.
c. Municipal bond
Municipal bond adalah jenis obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
daerah.. Biasanya di Amerika disebut dengan istilah Muni’s. Adapun maksud
pemerintah daerah mengeluarkan municipal bonds kepada masyarakat adalah untuk
memperoleh dana yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan daerahnya.
Sebagai pihak yang mengeluarkan surat hutang, pemerintah daerah wajib untuk
memberikan bunga secara periodik kepada anggota masyarakat yang membeli
municipal bonds tersebut. Adapun karakteristik utama yang menjadikan municipal
bonds lain dari jenis obligasi lainnya dan menarik perhatian para investor
untuk menjadikannya sebagai salah satu instrumen investasinya adalah adanya pembebasan
pajak yang mencakup pajak pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
d. Corporate bond
Corporate Bond adalah sekuritas yang mencerminkan janji dari perusahaan
yang menerbitkan untuk memberikan sejumlah pembayaran berupa pembayaran kupon
dan pokok pinjaman kepada pemlik obligasi, selama jangka waktu tertentu.
Perusahaan yang menerbitkan obligasi disebut debitur, sedangkan investor yang
membeli obligasi disebut kreditur. (Timothy and Joseph 408).
e. Convertible
bond
Convertible bonds
adalah salah satu jenis obligasi yang memiliki kekhususan. Obligasi ini dapat
dikonversi ketika terdapat keputusan pemilik obligasi menjadi sejumlah
sekuritas lain yang diterbitkan oleh perusahaan yang sama. Biasanya sekuritas
lain tersebut adalah common stock.
C. Saham-saham (equity
securities)
:
a. Saham preferen
(preferred stock)
Merupakan saham
yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa .
Adapun ciri – ciri
dari saham preferen menurut Dahlan Siamat (1995:385) adalah:
1. Memiliki hak paling
dahulu memperoleh deviden.
2. Tidak memiliki hak
suara.
3.Dapat
mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam pencalonan pengurus.
4. Memiliki hak
pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham lebih dahulu setelah kreditur
apabila perusahaan dilikuidasi.
D. Saham biasa
(common stock)
Saham biasa adalah efek dari penyertaan
pemilikan (equity security) dari badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas.
Saham biasa memberikan jaminan untuk turut serta dalam pembagian laba dalam
bentuk deviden, apabila perusahaan tersebut memperoleh laba.
Menurut Dahlan Siamat (1995:385), ciri – ciri dari saham biasa adalah sebagai berikut:
Menurut Dahlan Siamat (1995:385), ciri – ciri dari saham biasa adalah sebagai berikut:
1. Dividen
dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba.
2. Memiliki hak
suara (one share one vote).
3. Hak
memperoleh pembagian kekayaan perusahaan apabila bangkrut dilakukan
setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi.
E. Investasi
langsung di pasar turunan :
a. Waran (warrant)
Waran adalah surat
berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya
untuk membeli saham perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukan
sebelumnya. Persyaratan tersebut biasanya mengenai harga, jumlah, dan masa
berlakunya warrant tersebut. Warrant juga merupakan surat berharga yang memberi
hak kepada pemegangnya untuk membeli saham/surat berharga dari penerbit waran
tersebut dengan harga tertentu. Waran biasanya merupakan instrumen jangka
panjang, karena tanggal jatuh temponya umumnya lebih dari setahun.
b. Opsi (option)
Opsi adalah suatu
perjanjian/kontrak antara penjual opsi (seller/writer) dengan pembeli opsi
(buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya hak (bukan kewajiban) dari pembeli
opsi, untuk membeli atau menjual saham tertentu pada waktu dan harga yang telah
ditetapkan.
c. Kontrak
berjangka (futures contract)
Kontrak berjangka
merupakan suatu kontrak standard yang diperdagangkan pada bursa berjangka,
untuk membeli ataupun menjual aset acuan dari instrumen keuangan pada suatu
tanggal dimasa akan datang, dengan harga tertentu.
RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTOFOLIO
A. Investasi
Dalam dunia usaha,
setiap kita melakukan investasi maka investasi tersebut akan selalu mengandung
keuntungan atau pengembalian (return) dan risiko. Pengembalian (return)
merupakan kompensasi atau imbalan yang diharapkan di masa datang oleh investor
atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi yang dilakukan.
Pengembalian (return) ini dapat berupa pengembalian yang telah terjadi (actual
return) dan pengembalian yang diharapkan (expected return). Sedangkan Risiko merupakan
besarnya penyimpangan atas keuntungan yang diharapkan karena adanya investasi
terhadap keuntungan faktual. Semakin besar penyimpangannya berarti semakin
besar tingkat risikonya. Keputusan apakah investasi akan dilaksanakan atau
tidak sangat tergantung dari perbandingan antara return dan risiko.
Tinggi rendahnya sikap investor terhadap risiko
bergantung kepada preferensi investor tersebut terhadap risiko. Berdasarkan
tingkat preferensi investor terhadap risiko, maka risiko dibedakan menjadi
tiga, yaitu:
(1)
investor yang menyukai risiko atau pencari risiko (risk seeker)
(2) investor yang
netral terhadap risiko (risk neutral)
(3)
investor yang tidak menyukai risiko (risk averter)
Selain mempertimbangkan return dalam mengambil
keputusan investasi, investor juga perlu mempertimbangkan risiko, ada beberapa
jenis risiko yang perlu dipertimbangkan antara lain:
(1)risiko suku
bunga
(2) risiko pasar
(3) risiko inflasi
(4) risiko bisnis
(5) risiko
finansial
(6) risiko likuiditas dan
(7) risiko nilai tukar mata uang.
2. Risiko dan Pengembalian (Risk and Return)
Sesuai pengertian risiko, risiko diartikan sebagai penyimpangan dari apa yang diharapkan. Karena yang diharapkan dari investasi adalah return (pengembalian), maka biasanya risiko diukur dari variabilitas dari return-nya.
Dalam kaitan antara return dan risiko
maka terdapat hubungan langsung antara harga dan tingkat pengembalian. Harga,
P0, untuk setiap aset adalah sama dengan jumlah dari pembayaran kas yang
diharapkan akan diterima investor yang didiskontokan pada tingkat pengembalian,
r, yang diminta investor.
Investor dapat menginvestasikan
dananya kepada investasi riil atau investasi finansial. Investasi finansial
biasanya diujudkan dalam pembelian sekuritas. Sekuritas dapat diartikan sebuah
dokumen yang mengidentifikasi hak atau klaim atas aset dan setiap aliran kas
mendatang yang diperoleh perusahaan. Sedang portofolio merupakan sekumpulan
dari sekuritas. Istilah sekuritas mempunyai pengertian yang luas. Tidak saja
terbatas pada saham atau obligasi saja, surat pembelian mobil atau sertifikat
tanah bisa masuk dalam pengertian sekuritas. Untuk itu dalam perhitungan
tingkat pengembalian yang diharapkan dari saham individual dan tingkat
pengembalian yang diharapkan dari portofolio akan berbeda hasilnya.
Masalah Pokok Perekonomian
Indonesia
Indonesia
menggunakan system perekonomian kerakyatan, jadi semua kegiatan ekonomi yang
berhubungan dengan hajat hidup orang banyak diatur dan dikendalikan oleh
pemerintah. Semua hal yang berhubungan dengan kebijakan dan kelangsungan hidup
masyarakat Indonesia diatur oleh kebijakan – kebijakan dan peraturan
pemerintah.
Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan diawali padatahun 1997 dimana pada masa itulah terjadi krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif juga mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, yang menambah kesulitan dinegeri ini.
Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan diawali padatahun 1997 dimana pada masa itulah terjadi krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif juga mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, yang menambah kesulitan dinegeri ini.
Hal ini sangat
berhubungan dengan aktivitas kegiatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan
negara serta pertumbuhan ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi
yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa
mendatang.
Bagi Indonesia,
dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan
nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat
inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin
bergairahnya modal bagi dalam negeri
maupun luar negeri.
Namun semua itu
bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif.
Kebijakan pemerintah saat ini didalam pemberantasan terorisme, serta
pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian.
Pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator makro ekonomi
menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara akan menjadi prioritas utama
bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang
berlangsung dengan baik pada negaranya.
Selama tiga tahun
dari 2005, 2006, dan 2007 perekonomian Indonesia tumbuh cukup signifikan
(rata-rata di atas 6%), menjadikan Indonesia saat ini secara ekonomi cukup
dipertimbangkan oleh perekonomian dunia. Hal ini dapat dilihat dengan
diundangnya Indonesia ke pertemuan kelompok 8-plus (G8plus) di Kyoto Jepang
pada bulan Juli 2008 bersama beberapa negara yang disebut BRIICS (Brasil,
Rusia, India, Indonesia dan South Africa).
A. Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia.
Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia
yang masih muncul saat ini dijadikan fokus program ekonomi 2008-2009 yang
tertuang dalam Inpres Nomor 5 tahun 2008 yang memuat berbagai kebijakan ekonomi
yang menjadi target Pemerintah yang dapat dikelompokkan ke dalam 8 bidang
yaitu: (i) investasi, (ii) ekonomi makro dan keuangan, (iii) ketahanan energi,
(iv) sumber daya alam, lingkungan dan pertanian, (v) pemberdayaan usaha mikro
kecil dan menengah (UMKM), (vi) pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN,
(vii) infrastruktur, dan (viii) ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
Dari sekian banyak masalah
perekonomian yang dapat mewujudkan target pemerintah diatas dapat dikelompokan
menjadi masalah yang paling pokok karena dampaknya yang meluas yaitu tentang
permasalahan Ketenagakerjaan yang melingkupi tingginya jumlah Pengangguran dan
tingginya tingkat Inflasi yang terjadi di Indonesia merupakan hal yang
mendasari semua permasalahan – permasalahan social di Indonesia.
1. Masalah
Pengangguran
Pengangguran merupakan masalah berakar yang terjadi di Indonesia, karena permasalahan ini kehidupan social dan keamanan serta sector lain ikut terganggu. Setiap tahun lahir manusia – manusia baru dengan kecerdasan ilmu pengetahuan yang berbeda – beda, mulai dari lulusan perguruan tinggi hingga yang putus sekolah.
Kian hari bermunculan jumlah angkatan kerja yang sebagian siap berkompetisi dilingkungan kerja dan sebagian lagi kurang terampil dalam berkompetisi, jumlah angkatan kerja yang begitu banyak ternyata tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang meningkat. Alhasil ada angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja yang ketersediaannya cukup terbatas. Sebab itulah timbul pengangguran.
Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Sampai tahun 2008, tingkat pengangguran terbuka masih berada pada kisaran 9% dari jumlah angkatan kerja berada pada kisaran 9 juta orang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa terjadi perubahan patern perekonomian paska krisis dari usaha yang padat karya ke usaha yang lebih padat modal.
Pengangguran merupakan masalah berakar yang terjadi di Indonesia, karena permasalahan ini kehidupan social dan keamanan serta sector lain ikut terganggu. Setiap tahun lahir manusia – manusia baru dengan kecerdasan ilmu pengetahuan yang berbeda – beda, mulai dari lulusan perguruan tinggi hingga yang putus sekolah.
Kian hari bermunculan jumlah angkatan kerja yang sebagian siap berkompetisi dilingkungan kerja dan sebagian lagi kurang terampil dalam berkompetisi, jumlah angkatan kerja yang begitu banyak ternyata tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang meningkat. Alhasil ada angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja yang ketersediaannya cukup terbatas. Sebab itulah timbul pengangguran.
Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Sampai tahun 2008, tingkat pengangguran terbuka masih berada pada kisaran 9% dari jumlah angkatan kerja berada pada kisaran 9 juta orang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa terjadi perubahan patern perekonomian paska krisis dari usaha yang padat karya ke usaha yang lebih padat modal.
Akibatnya pertumbuhan tenaga kerja yang ada
sejak tahun 1998 s/d 2004 terakumulasi dalam meningkatnya angka pengangguran.
Dilain sisi, pertumbuhan tingkat tenaga kerja ini tidak diikuti dengan
pertumbuhan usaha (investasi) yang dapat menyerap keberadaannya.
Akibatnya terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia yang pada
puncaknya di tahun 2004 mencapai tingkat 10% atau sekitar 11 juta orang.
1. Definisi Dan Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah
orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari
pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja
contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan
tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan
pekerjaan.
2. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%
3. Jenis-jenis
Pengangguran
Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
§ Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
§ Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
§ Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
§ Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
§ Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
§ Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
4. Macam-macam
pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa
jenis, yaitu :
1. Pengangguran
konjungtural (Cycle Unemployment) Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan
gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
2. Pengangguran
Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
3. Pengangguran
Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti :
a. Akibat
permintaan berkurang
b.Akibat kemajuan dan pengguanaan
teknologi
c. Akibat kebijakan pemerintah
c. Akibat kebijakan pemerintah
4.
Pengangguran Musiman / Seasonal
Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan durian yang menanti musim durian.
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan durian yang menanti musim durian.
5.Penganggura Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
6.
Pengangguran Teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi untuk menggantikan tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia.Ini akibat dari kemampuan dan keahlian pekerja yang kurang mampu menyesuaikan dengan harapan perusahaan.
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi untuk menggantikan tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia.Ini akibat dari kemampuan dan keahlian pekerja yang kurang mampu menyesuaikan dengan harapan perusahaan.
7. Pengangguran
siklus
Pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment).
Pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment).
5. SEBAB-SEBAB TERJADINYA PENGGANGURAN
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:
§ Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.§ Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang
§ Kebutuhan jumlah,jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang.
Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia.
6. DAMPAK-DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP
PEREKONOMIAN
Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu kelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:
Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu kelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:
a. Dampak
Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus.
Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus.
Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
b. Dampak
pengangguran terhadap Individu yang Mengalaminya dan Masyarakat
Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
§ Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
§ Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
§ Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
§ Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
§ Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
§ Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
7.KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PENGANGGURAN
Adanya bermacam-macam
pengangguran membutuhkan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis
pengangguran yang terjadi, yaitu sbb :
Cara Mengatasi Pengangguran Struktural Untuk
mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
1.Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja
2.Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan.
3.Mengadakan
pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang
kosong, dan
4.Segera mendirikan industri padat karya di
wilayah yang mengalami pengangguran.
PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI
Istilah portofolio digunakan
untuk menunjukkan sekumpulan produk ( barang atau jasa yang
dapat diperjualbelikan) proyek, layanan jasa atau merk yang ditawarkan untuk dijual
oleh suatu perusahaan.
Portofolio adalah teori yang
menunjukkan sekumpulan berbagai surat berharga atau aset yang
dimiliki oleh seorang investasor. JIka seorang memiliki 10 jenis surat
berharga yang terdiri dari saham dan obligasi dan lainnya “potofolio”
Jadi portofolio adalah gabungan beberapa
investasi surat berharga dengan diversifikasi tertentu.
Harga pasar portofolio adalah penaksiran
konsessus padar akan nilai portofolio.
Investasi merupakan
komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan saat ini
dengan tujuan agar dapat memperoleh keuntungan di masa mendatang atau bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan investor (kesejahteraan moneter) (Kasmir,
2001). Sedangkan menurut Sharpe, Alexander, dan Bailey (1997), investasi dalam
arti luas adalah mengorbankan dolar sekarang untuk dolar pada masa depan,
dengan dua atribut berbeda yang melekat yaitu risiko dan waktu.
Ahmad (2004) memberikan pengertian investasi yaitu
sebagai berikut :
a. Suatu
tindakan membeli barang-barang modal.
b. Pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi
dengan pendapatan dimasa yang akan datang.
c. Suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat
penyertaan lainnya.
Halim (2003 :
2), investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk
memperoleh keuntungan di masa mendatang. Macam-macam bentuk investasi adalah
sebagai berikut :
1. Investasi langsung (direct investment) adalah
investasi pada asset riil (Real Assets) misalnya :
pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan /
perkebunan, dan lain-lain.
2. Investasi tidak langsung (indirect
investment) atau investasi portofolio adalah investasi pada asset finansial
(financial assets):
a.Investasi di pasar uang : deposito, sertifikat BI.
b.Investasi
di pasar modal : saham, obligasi, opsi, warrant.
Sumber-sumber
dana untuk investasi ini berasal dari :
1. Asset yang dimiliki
saat ini
2. Pinjaman dari pihak
lain
3. Tabungan.
Adapun dasar
keputusan seseorang melakukan investasi berdasarkan
atas (Husnan,
2003 : 50):
1. Return
merupakan tingkat keuntungan investasi yang terdiri dari ;
a. expected return (return yang diharapkan) yaitu return yang diharapkan akan didapat
oleh investor di masa depan.
b. realized return (return aktual) yaitu return yang sesungguhnya terjadi / didapatkan
oleh investor.
2. Risiko
merupakan kemungkinan return aktual berbeda dengan return yang diharapkan yang
terdiri dari :
a. Investasi di pasar uang : deposito,
sertifikat BI.
b. Investasi
di pasar modal : saham, obligasi, opsi, warrant.
Sumber-sumber dana untuk investasi ini berasal dari :
1. Asset
yang dimiliki saat ini
2. Pinjaman
dari pihak lain
3. Tabungan.
Adapun dasar keputusan seseorang melakukan investasi
berdasarkan atas (Husnan, 2003 : 50):
1. Return merupakan tingkat keuntungan investasi
yang terdiri dari :
a. expected return (return yang diharapkan) yaitu return yang diharapkan akan didapat
oleh investor di masa depan.
b. realized return (return aktual) yaitu return yang sesungguhnya terjadi / didapatkan
oleh investor.
2. Risiko merupakan kemungkinan return aktual berbeda dengan return yang
diharapkan yang terdiri dari ;
a. risiko sistematis (systematic
risk) atau risiko pasar (general risk) yaitu risiko yang tidak dapat
dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, berkaitan dengan faktor makro
ekonomi yang mempengaruhi pasar (misal : tingkat bunga, kurs, inflasi dan
kebijakan pemerintah).
b.risiko tidak sistematis (unsystematic
risk) atau risiko perusahaan (risiko spesifik) yaitu risiko yang dapat
dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena hanya ada dalam satu
perusahaan / industri tertentu.
Menurut Husnan (2003 : 47), salah satu karakteristik investasi pada pasar
modal adalah kemudahan untuk membentuk investasi portofolio. Artinya pemodal
dapat dengan mudah menyebar (melakukan diversifikasi) investasinya pada
berbagai kesempatan investasi. Oleh karena itu maka adapun langkah-langkah
dalam melakukan investasi portofolio adalah sebagai berikut (Husnan, 2003 :
454) :
1.
Menentukan kebijakan investasi
Pada
tahap awal pengambilan keputusan, investor perlu menetapkan tujuannya
berinvestasi dan menentukan besarnya investasi yang akan ditanam. Mengingat
adanya korelasi antara risiko dan keuntungan (return) yang diperoleh,
maka investor tidak dapat mengatakan bahwa tujuan investasinya adalah mencari
keuntungan yang sebesar-besarnya karena akan ada kerugian yang harus
dihadapinya. Jadi, tujuan investasi harus
dinyatakan, baik dalam keuntungan maupun risiko.
2.
Analisis Sekuritas
Pada tahap ini akan diadakan
analisis terhadap individual (sekelompok) sekuritas. Ada dua filosofi dalam melakukan analisis sekuritas, yaitu sebagai
berikut.
a.Pendapat peratama menyatakan bahwa sekuritas mispriced (harganya
salah, mungkin terlalu tinggi, mungkin terlalu rendah) Dengan analisis ini akan
dapat dideteksi sekuritas-sekuritas tersebut. Ada berbagai cara untuk melakukan analisis ini.
Cara tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu analisis teknikal dan analisis
fundamental. Analisis teknikal menggunakan data (perubahan) harga pada masa
yang lalu sebagai upaya memperkirakan harga sekuritas di masa yang akan datang
dengan melihat nilai transaksi yang terjadi. analisis fundamental didasarkan pada
informasi-informasi yang diterbitkan oleh emiten maupun oleh administratur
bursa efek.
b.Pendapat kedua menyatakan bahwa pasar modal adalah
efisien. Dengan demikian, peralihan sekuritas tidak didasarkan atas frekuensi
risiko para pemodal (pemodal yang bersedia menanggung risiko tinggi akan
memilih sekuritas yang berisiko tinggi), pola kebutuhan kas, dan sebagainya.
Jadi, menurut pendapat ini keuntungan yang diperoleh pemodal sesuai dengan
risiko yang ditanggung.
3. Pembentukan Portofolio
Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas mana saja
yang akan dipilih untuk membentuk portofolio dan berapa proporsi dana yang akan
ditanam pada tiap-tiap sekuritas tersebut. Adanya
pemilihan sekuritas ini (dengan kata lain pemodal melakukan diversifikasi)
dimaksudkan untuk meminimalkan risiko yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini akan dipengaruhi oleh preferensi risiko, pola
kebutuhan kas, dan status pajak.
4.
Melakukan Revisi Portofolio
Tahap
ini merupakan pengurangan terhadap ketiga tahap sebelumnya dengan maksud jika
diperlukan akan diadakan perubahan terhadap portofolio yang telah dimiliki.
Jika portofolio yang dimiliki sekarang dirasakan tidak lagi optimal atau tidak
sesuai dengan prefensi risiko pemodal, maka pemodal dapat melakukan perubahan
terhadap sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio tersebut.
5.
Evaluasi Kinerja Portofolio
Dalam
tahap ini pemodal mengadakan penilaian terhadap kinerja portofolionya, baik
dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung.
Tidak benar bahwa suatu portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi
mesti lebih baik daripada portofolio lainnya karena adanya faktor risiko yang
perlu dimasukkan juga.
1.Tingkat
pengembalian yang diharapkan (Expected Rate Of Return)
Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan, sangat
dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal perusahaan
Ramalan
mengenai keadaan di masa yang akan datang
2. Ramalan yang
menunjukkan bahwa keadaan perekonomian
akan menjadi lebih baik lagi pada masa depan, yaitu diramalkan bahwa
harga-harga akan tetap stabil (tingkat inflasi stabil) dan pertumbuhan
ekonomi maupun pertambahan pendapatan masyarakat akan berkembang dengan lebih
cepat, merupakan keadaan yang akan mendorong pertumbuhan investasi.
3. Tingkat bunga
Tingkat bunga
menentukan jenis-jenis investasi yang akan memberi keuntungan kepada para
pengusaha dan dapat dilaksanakan.
4. Biaya investasi
Yang paling menentukan tingkat biaya investasi adalah
tingkat bunga pinjaman, karena semakin tinggi tingkat bunganya maka biaya
investasi semakin mahal. Akibatnya minat berinvestasi semakin menurun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar