Rabu, 09 Oktober 2013

MANJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI


MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI











NAMA  : DINI FASYA PUTRI
NPM     : 22213572
KELAS   : 1EB18


PENDAHULUAN
Kita pernah mendengar berita tentang suatu perusahaan dengan produknya yang berhasil menguassai pasar dan mampu mengeruk keuntungan yang besar dari hasil penjualan produknya.Atau suatu perusahaan yang meluncurkan suatu produk baru,produk tersebut berhasil menembus pasar dan memperoleh kesuksesan besar,bahkan melakukan peluasan usaha dengan cara diversifikasi,diferensiasi,atau pengembangan produk yang ada,dan kemudian melakukan aliansi usaha dengan perusahaan lainnya atau berita tentang seorang yang memulai usahanya hanya sebagai penjaja bakso keliling yang keluar masuk kampung namun saat ini ia telah mampu memiliki rumah makan di berbagai tempat dan memperoleh keuntungan bisnis yang sangat besar.
Atau justru sebaliknya yang menyatakan kebangkrutan suaatu bisnis karena tidak mampu bersaing di pasar atau karena ptoduknya tidak di minatin oleh pasar,atau sebab lain.pemberlakuan peraturan dan perundang-undangan baru yang akhirnya dapat menimbulkan turunnya daya beli masyarakat juga dapat menyebabkan lesunya suatu bisnis.
Keberhasilan dan kegagalan seperti uraian di atas merupakan kenyataan yang dapat di alami oleh suatu perusahaan.Dunia usaha berisi dengan persaingan,peluang,tantangan,kegairahan maupun kelesuhan yang dapat menyebabkan naik turunnya suatu perusahaan.Oleh karena itu sudah seharusnya seorang usahawan jeli dalam melihat suatu peluang dan memanfaatkannya,karena dunia usaha yang penuh tantangan dan kegairahan tersebut tidak selalu akan berakhirnya dengan membawa suatu kesuksesan apa lagi dalam era globalisasi ini persaingan tidak hanya terbatas secara lokal (daerah tertentu) dan nasional saja namun sudah secara global hal ini mengakibatkan semakin banyaknya variabel-variabel yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu bisnis. 













A.   Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya factor:
  • Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
·         Revolusi Industri
Merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesi.Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan,industry dan teknik di Eropa.
Perkembangan revolusi industry terlihat pada:
1.    Bertambahnya penggunaan mesin
2.    Efisiensi produksi batu bara,besi,dan baja
3.    Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi,dan komunikasi
4.    Meluaskan sistem perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi,sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
·         Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan computer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.

·         Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut:
1.       Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2.       Pengamatan terhadap metode kerja melalui  pengukuran dan analisi ilmiah
3.       Pelatihan pekerja baik dengan metode baru.
4.       Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaan atas proses kerja.



B.    Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen Produksi dan operasi adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinasikan faktor-faktor produksi secara efisien untuk menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh organisasi.
Suatu organisasi melakukan aktivitas produksi dan operasi,berawal dari adanya kebutuhan dan keinginan konsumen.Dari kebutuhan dan keinginan ini,maka organisasi mentransformasikannya ke dalam sesuatu bentuk yang dapat memenuhi /memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumenitu.
Istilah manajemen produksi yang telah banyak dipakai secara meluas,dipandang kurang mencakup seluruh kegiatan sistem-sistem produktif dalam masyarakat ekonomi kita.Istilah “produksi”nampaknya berkonotasi sebagai organisasiproduk, yaitu aktivitas yang yang menghasilkan barang,baik barang jadi maupun barang setengah jadi,bahan industri dan suku cadang dan komponen-komponen.Oleh karena itu istilah yang lebih umum yaitu “operasi” disubtisutikan untuk menegaskan dasar umum bidang iniyang terda.
Misalnya,perusahaan motorolla mengambil sejumlah input dari lingkungannya seperti komponen-komponen dan bahan-bahan baku dari pemasok,dan kemudian mentransformasikan untuk menambah nilai dan kemudian menghasilkan output (seperti telephone tanpa kabel) yang terdapat di jual untuk mendapatkan.proses konversi yang terjadi ini di sebut sistem produksi
C.        Pengertian produksi
Proses adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah.Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi,dan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi.Sedangkan menurut,sukanto dan indriy,produksi merupakan pusat pelaksanaan kegiatan konkrit mengadakan barang-barang dan jasa-jasa.Tanpa kegiatan ini kosonglah arti suatu badan usaha.
Produksi adalah suatu kegiatan yang mengubah input menjadi output.Kegiatan tersebut dalam ekonomi biasa di nyatakan dalam fungsi produk.Fungsi produk menunjukan jumlah maksimum output yang dapat dihasilkan dari pemakaian sejumlah input dengan menggunakan teknologi tertentusedangkan menurut Ari sudarman,produksi sering didefinisikan sebagai penciptaan guna,dimana guna berarti kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Menurut definisi diatas produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pengertian yang sangat luas,produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pembuatan barang-barang yang dapat dilihat dengan menggunakan faktor produksi.Faktor produksi yang dimaksud adalah berbgai macam input yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi tersebut diklasifikasi menjadi faktor produksi tenaga kerja modal,dan bahan mentah.Ketiga faktor produksi tersebut dikombinasikan dalam jumlah dan kualitas tertentu.Aktivitas yang terjadi di dalam proses yang meliputi perubahan-perubahan bentuk,tempat dan waktu penggunaan hasil-hasil produksi.

D.       Proses Produksi
Jenis-jenis proses produksi
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi,proses perubahan bentuk,proses assembling,proses transportasi dan proses penciptaan jasaa-jasa administrasi.Proses produksi dilihat dari arus atau flowbahan mentah sampai menjadi produksi akhir,terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous Processes) dan proses produksi terputus-putus (intermittent Processes).
Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabil di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah saampai proses produksi akhir.Proses produksi terputus-putus apabvila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah.
Penentuan tipe produksi di dasarkan pada faktor-faktor seperti : (1) volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan, (2) kualitas produk yang diisyaratkan, (3) peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses.Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi.Macam tipe proses produksi dari berbagai industry dapat dibedakan sebagai berikut:
1.           Proses Produksi Terus-Menerus
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses.Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini aalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam jumlah besar,variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.
  1. Proses Produksi Terputus-putus
Produk diproses dalam kumpulan produk bukanb atas dasar aliran terus-menerus dalam proses produk ini.Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses, sehingga lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam proses.
  1. Proses Produksi Campuran
Proses produksi ini merupakan penggabungan  dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus.Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.
E.         Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi
Dalam mengatur dan mengkoordinasi penggunaan sumber-sunber daya,manajer produksi perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan upaya-upaya untuk mencapai tujuan, agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat seperti yang diharapkan yaitu tepat mutu (kualitas),tapat jumlah (kuantitas) dan tepat waktu dngan biaya yang rendah.
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil,terdapat empat macam pengambilan keputusan:
a.       Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti (certainty).
b.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
c.       Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainty).
d.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama yaitu:
1.       Proses
Keputusan – keputusan dalam kategori ini menentukan proses fisik atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa.keputusan mencakup jenis peralatan dan teknologi,arus proses,tata letak (lay out) peralatan dan seluruh aspek fisik pabrik atau fasilitas jasa pelayanan.

2.       Kapasitas
Keputusan kapasitas dimaksudkan untuk menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyediaan waktu yng tepat.Kapasitas jangka panjang ditentukan oleh besarnya fasilitas fisik yang dibangun.Dalam jangka pendek kapasitas kadang-kadang diperbesar dengan mengadakan sub-kontrak kepada pihak luar atau penambahan regu (shift) atau menyewa ruangan/peralatan tambahan.
3.       Persediaan
Manajer persediaan membuat keputusan-keputusan dalam bidang produksi,menyangkut apa yang dipesan,berapa banyak pemesanan,serta kapan pemesanan dilakukan.
4.       Tenaga kerja
Dalam manajemen produksi,penentuan dan pengelolaan tenaga kerja atau sumber daya manusia menempati posisi sangat penting.Proses produksi tidak mungkin berlangsung tanpa tenaga kerja yang menggarap kegiatan untuk menghasilkan produk,baik berupa barang atau jasa.Keputusan tentang tenaga kerja mencakup seleksi,pengajian,pelatihan,penempatan,penyelian,atau supervisi.
5.       Mutu Kualitas
Fungsi produksi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar terhadap mutu barang atau jasa yang dihasilkan.Mutu merupakan tanggung jawab produksi yang penting dan harus didukung oleh organisasi secara keseluruhan.

F.                   Ruang lingkup manajemen produksi
Manajemen produksi dan operasi pada umumnya selalu terkait dengan produktifitas.Justifikasi pada pelaksanaan kegiatan sistem operasi yang produktif dapat dilakukan berdasarkan beberapa karakteristik berikut :
a.      Efisien,yang menyangkut pengertian output persatuan input,seringkali disebut sebagai produktivitas dan diukur dalam satuan output yang di hasilkan per jam.Efisien berarti doing the thing right.
b.      Efektivitas,yaitu menyangkut kebenaran dalam melakukan suatu proses.Seringkali disebut sebagai doing the right thing.
c.       Kualitas,merupakan indikator yang menunjukan tingkat keberhasilan kinerja dari output.
d.      Tingkat keandalan dalam penyediaan output,yang berkaitan dengan waktu pengiriman kepada pelanggan.
e.       Fleksibilitas,menyangkut mudah tidaknya proses lain yang berbeda.juga menunjukkan kecepatan memberikan respon positif dalam pembuatan produk baru atau perubahan volume output.
Karakteristik di atas terrefleksi dalam kegiatan manajerial dalam melaksanakan proses transformasi,yaitu:
a.         Perencanaan Output.Meliputi penyeleksian dan pendesainan produk atau jasa yang ditawarkan ke konsumen.
b.        Perencanaan kapasitas.penentuan kapan dan berapa banyak fasilitas,peralatan/mesin,tenaga kerja yang ada.
c.         Penentuan Lokasi.Memuaskan di mana lokasi produksi,penyimpanan/gudang,da fasilitas lainnya.
d.        Desain Proses Transformasi.Penetua aspek transformasi fisik dalam kegiatan produksi.
e.        Tata ruang/Lay Out Fasilitas.Menentukan aliran proses yang tepat dan lay out peralatan/mesin agar fasilitas dapat bekerja secara efisien dan efektif dalam mengakomodasi kegiatan transformasi.
f.          Desain Kerja.Menentukan cara terbaik menggunakan tenaga kerja dalam proses,termasuk studi gerakan,lay out tempat kerja,dan kondisi lingkungan kerja.
g.         Perencanaan Agregat.Menyangkut antisipasi kebutuhan tenaga kerja,bahan baku dan penolong,dan fasilitas tahunan,bulanan,dan minngguan.
h.        Manajemen Persediaan.memutuskan berapa banyak bahan baku,pekerjaan dalam proses,dan jumlah barang akhir.
i.          Mmanajemen Proyek.Mempelajari bagaimana merencanakan dan mengendalikan kegiatan proyek agar sesuai dengan kinerja yang diharapkan,jadwal,dan spesifikasi biaya.
j.          Perencanaan Kebutuhan Bahan.Menentukan kapan memesan dan menghasilkan bahan dan bagaimana memenuhi jadwal pengiriman.
k.         Penjadwalan.Menentukan kapan masing-masing kegiatan atau tugas dalam proses transformasi dikerjakan,dan kapan seharusnya input masuk.
l.          Pengendalian kualitas.Menentukan bagaimana standar kualitas dikembangkan dan dipelihara.
m.      Reliabilitas dan Pemeliharaan.Menentukan bagaimana kinerja yang sesuai dari output dan proses transformasi sendiri yang harus dipelihara.
G.       Fungsi Dan Sistem Produksi Dan Operasi
 Yang dimaksud dengan sistem adalah merupakan suatu rangkaian unsur-unsur yang saling terkait dan dan tergantung serta saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan yang lainnya, yang keseluruhannya merupakan suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan bagi pencapaian suatu tujuan tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.
Sistem produksi tidak hanya terdapat pada industri manufaktur, tetapi juga dalam industri jasa seperti perbankan, asuransi, pasar swalayan dan rumah sakit. Sistem produksi dan operasi dalam industri jasa menggunakan bauran yang berbeda dari masukan yang dipergunakan dalam industri manufaktur.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon.
H.       Lokasi Dan lay Out Pabrik
Salah satu faktor yang menentukan aktivitas produksi dan operasi yang produktif adalah melalui perencanaan penentuan lokasi usaha.perencanaan lokasi perusahaan/pabrik perlu dilakukan sebaik-baiknya karena kesalahan dalam penentuannya akan berdampak kepada ketidakefektifan dan ketidakefisienan operasi yang berdampak pada kurangnya produktivitas usaha sehingga akhirnnya perusahaan dapat mengalami kerugian terus menerus.
Perusahaan-perusahaan sering membuat kesalahan dalam pemilihan lokasi dan tempat fasilitas-fasilitas produksinya.suatu perusahaan memilih lokasi di mana tenaga kerja sulit di dapat,beberapa bulan setelah pindah perusahaan menghadapi masalah tenaga kerja.Perusahaan lain membeli tana untuk lokasi pabriknya sangat murah,tetapi kemudian disadari bahwa konndisi tanahya sangat jelek sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk fodasinya.Perusahaan memilih lokasi di kawasan industri jauh dari liar kota,padahal produk perusahaan harus cepat sampai ke tangan konsumen,maka perusahaan harus membayar biaya distribusi yang sangat besar.Lokasi suatu perusahaan tidak memungkinkan pembuangan limbahnya,masyarakat menuntut perusahaan pindah dan sebagainya.
Bagi suatu perusahaan mungkin yang lebih penting bagi perusahaan lain adalah dekat dengan sumber-sumber penyediaan bahan dan komponen.Organisasi lainnya mungkin menemukan bahwa faktor yang paling penting adalah memilih lokasi di mana tersedia tenaga kerja yang mencukupi kebutuhan organisasi,ataupun biaya transportasi,yang sangat tinggi bila produk berat dan besar.
Alasan utama terjadinya perbedaan dalam pemilihan lokasi adalah adanya perbedaan kebutuhan masing-masing perusahaan.Lokasi yang baik adalah suatu persoalan individual.Hal ini sering disebut pendekatan “Situasional” atau “Contingency” untuk pembuatan keputusan bila dinyatakan secara sederhana,”Semuanya Tergantung”.Secara umum faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi perusahaan:
1.         Lingkungan Masyarakat,Kesediaan masyarakat suatu daerah menerima segala konsekuensi,baik konsekuensi positif maupun negatif didirikannya suatu pabrik di daerah tersebut merupakan suatu syarat penting.Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan ekologi di mana perusahaan akan berlokasi,karena pabrik-pabrik sering memproduksi limbah dalam berbagai bentuk,seperti air,udara atau limbah zat padat yang telah tercemar,dan sering menimbulkan suara bising.Masarakat membutuhkan industri atau perusahaan karena menyediakan berbagai lapangan pekerjaan dan uang dibawa industri ke masyarakat.
2.         Letak Passar.Biaya distribusi produk ke konsumen sangat penting dalam mempertimbangkan faktor letak pasar.Produk dapat berupa barang yang harus dijual ke konsumen secara luas atau hanya sebagian kecil masyarakat,atau merupakan bahan mentah yang akan diolah oleh perusahaan/pabrik lain.Pengaruh pasar ini sangat kuat,seperti mudah sekali terjadi perubahan keadaan pasar karena selera konsumen,maka sebaiknya pabrik/perusahaan diletakkan dekat dengan pasar supaya mudah mengetahui setiap perubahan yang terjadi.Kecepatan dan kemudahan dalam melayani konsumen juga merupakan alasan lain pemilihan lokasi yang mendekati pasar.Misalnya,memberikan pelayanan yang lebih baik dalam sektor jasa,daerah pasar biasanya ditentukan oleh waktu perjalanan para langganan ke fasilitas (bank,fasilitas rekreasi,restaura,rumah sakit) atau waktu perjalanan para pemberi pelayanan(jasa) para langganan (mobil pemadan kebakaran,ambulan rumah sakit,pemassang telepon).Lokasi suatu fasilitas dapat juga lebih menentukan daerah pasarnya,dibanding daerah pasar menentukan lokasi fasilitas.
3.         Letak Summber Tenaga kerja.Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja dan biaya produksi adalah tenaga kerja.Di mana pun lokasi perusahaan,hharus mempunyai tenaga kerja,karenaitu cukup tersedianya tenaga kerja merupakan hal yang mendasar.bannyak perusahaan sekarang,kebiasaan dan sikap calon pekerja suatu daerah lebih pentingdari keterampilan dan pendidikan,karena jarang perusahaan yang dapat menemukan tenaga kerja baru yang telah siap pakai untuk pkrjaan yang sangat bervariasi dan tingkat spesialisasi yang sangat tinggi,sehingga perusahaan harus menyelenggarakan program latihan khusus bagi tenaga kerja baru.orang-oranng dari suatu daerah dapat menjadi tenaga kerja yang lebih baik dibanding dari daerah lain,seperti tercermin pada tingkat absensi yang berbeda dan semangatkerja mereka,tingkat upah yang yang berlaku; serta persaingan antara perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang berkualitas tinggi,perlu diperhatikan.
4.         Kedekatan Dengan Bahan Mentah Dan Pensuplai.Apabila bahan mentah berat dan susut cukup besar dalam proses produksi maka perusahaan lebih baik berlokasi dekat bahan-bahan mentah,misal pabrik semen,kayu,kertas,dan baja.bila produk jadi lebih berat,besar,dann bernilai rendah maka lokasi dipilih sebaliknya.begitu juga bila bahan mentah lekas rusak,seperti perusahaan buah-buahan dalam kaleng,lebih baik dekat bahan mentah.Lebih dekat dengan bahan mentah dan para penyedia (pensuplai)memungkinkan suatu perusahaan mendapatkan pelayanan penyuplaian yang lebih baik dan menghemat biaya pengadaan bahan.
5.         Tersedianya Fasilitas Transportasi.Tersedianya fasilitas transportasi baik lewat darat,udara dan air akan melancarkan pengadaan faktor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan.pentingnya pertimbangan biaya transportasi tergantung “sumbangan”nya terhadap total biaya.Misalnya untuk perusahaan komputer yang biaya transportasinya hanya sekitar 1% atau 2% dari total biaya,tidak jadi masalah di mana pun lokasi perusahaan,berbeda di banding perusahaan semen.Bagaimana pun juga,biaya transportasi tidak dapat dihilangkan di manapun perusahaan berlokasi,karena produk perusahaan harus disalurkan dari produsen di antara sber bahha eta da pasar yag meminimumkan biaya transportasi.
6.          Sumber-Sumber Daya. Perusahaan-perusahaan seperti pabrik kertas, baja,karet, kulit,gula, tenun, pemprosesanmakanan,alumunium,dan sebagainya sanagt memerlukan air dalam kualitas yang besar.Selain itu,hamper setiap industri memerlukan tenaga baik yang dibangkitkan dari aliran listrik,diesel,air,angin,dan lain-lain.Oleh sebab itu perlu diperhatikan tersedianya sumber daya-sumberdaya (alam) dengan murah dan mencukupi.
Selain faktor-faktor di atas,berbagai faktor berikut ini perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi: harga tanah,peraturan-peraturan tenaga kerja,lokasi pabrik-pabrik dan gudang-gudang pesaing,tingkat pajak,kebutuhan untuk ekspansi,cuaca atau iklim,keamanan,serta konsekuensi pelaksanaan peraturan tentang lingkungan hidup.
Setelah lokasi ditentukan maka perusahaan harus menentukan di bagian mana pabrik atau bangunan perusahaan akan didirikan.Berbagai faktor yang perlu diperhatikan untuk pemilihan tempat (site) antara lain adalah tanah seharusnya kering dan kuat untuk menyangga bangunan;mempunyai keamanan dan perlindungan kebakaran yang baik;bila pabrik mengeluarkan asap,harus cukup banyak angin yang membawa asap tersebut keluar daerah permukiman;biaya-biaya grading,fondaasi,dan hubungan-hubungan kegunaan ;cukup tersedia areal untuk bangunan yang ada sekarang untuk ekspansi dan parker kendaraan karyawan ;dekat dengan sistem transportasi masyarakat ;tingkat agresifitas masyarakat karena kemajuan indutri;dan sebagainya.
Untuk itu,penentuan/pemilihan lokasi suatu perusahaan /pabrik mmerlukan suatu metode agar diperoleh suatu lokasi yang tepat.Metode pemilihan lokasi pabrik ada dua,yaitu:
a.    Metode Kualitatif,yaitu metode yang tidak menggunakan satuan bnesaran kuantitatif,karena sulitnya memilih,kadang-kadang dibantu dengan pemikiran berdasarkan pengalaman.Cara penentuan lokasi,melalui pemberin scoring terhadap faktor-faktor yang dianggap penting dalam pemilihan/penentuan lokasi pabrik seperti disebutkan di atas.
b.   Metode Kuantitatif,Yaitu metode yang menggunakan satuan besaran kuantitatif,seperti biaya dan sebagainya.Metode yang dapat digunakan diantaranya adalah:
1)      Metode Kuantitatif dengan Garis Biaya
2)      Metode Pusat Gravitasi
3)      Metode Analisis  Inkremental
4)      Metode Transportasi



















DAFTAR PUSTAKA
Anoraga,Pandji. 1995. Manajemen koperasi. Jakarta: PT dunia Pustaka Jaya
Basil, douglas C. Cook, Curtuis W. 1974. The managem,ent of cange. London: Mc Graw Hill Ltd.
Martin,E Wain Right.at.al.1994.Managing Information Technology :What Managers Need To Know.New York:MacMillan Publishing Company.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas 7 ( Pelaporan keuangan dan perubahan harga )

Nama Jurnal Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume / Halaman VOL. 8, NO. 1, /71-77 Nama Penulis ...