
NAMA : DINI FASYA PUTRI
NPM : 22213572
KELAS : 1EB18
PENDAHULUAN
Kita pernah mendengar berita tentang suatu perusahaan dengan produknya
yang berhasil menguassai pasar dan mampu mengeruk keuntungan yang besar dari
hasil penjualan produknya.Atau suatu perusahaan yang meluncurkan suatu produk
baru,produk tersebut berhasil menembus pasar dan memperoleh kesuksesan
besar,bahkan melakukan peluasan usaha dengan cara
diversifikasi,diferensiasi,atau pengembangan produk yang ada,dan kemudian
melakukan aliansi usaha dengan perusahaan lainnya atau berita tentang seorang
yang memulai usahanya hanya sebagai penjaja bakso keliling yang keluar masuk
kampung namun saat ini ia telah mampu memiliki rumah makan di berbagai tempat
dan memperoleh keuntungan bisnis yang sangat besar.
Atau justru sebaliknya yang menyatakan kebangkrutan suaatu bisnis
karena tidak mampu bersaing di pasar atau karena ptoduknya tidak di minatin
oleh pasar,atau sebab lain.pemberlakuan peraturan dan perundang-undangan baru
yang akhirnya dapat menimbulkan turunnya daya beli masyarakat juga dapat
menyebabkan lesunya suatu bisnis.
Keberhasilan dan kegagalan seperti uraian di atas merupakan kenyataan
yang dapat di alami oleh suatu perusahaan.Dunia usaha berisi dengan
persaingan,peluang,tantangan,kegairahan maupun kelesuhan yang dapat menyebabkan
naik turunnya suatu perusahaan.Oleh karena itu sudah seharusnya seorang
usahawan jeli dalam melihat suatu peluang dan memanfaatkannya,karena dunia
usaha yang penuh tantangan dan kegairahan tersebut tidak selalu akan
berakhirnya dengan membawa suatu kesuksesan apa lagi dalam era globalisasi ini
persaingan tidak hanya terbatas secara lokal (daerah tertentu) dan nasional
saja namun sudah secara global hal ini mengakibatkan semakin banyaknya
variabel-variabel yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu bisnis.
A. Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat
karena adanya factor:
- Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi
yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi
biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
·
Revolusi Industri
Merupakan
suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesi.Revolusi itu
merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang
perdagangan,industry dan teknik di Eropa.
Perkembangan
revolusi industry terlihat pada:
1.
Bertambahnya penggunaan mesin
2.
Efisiensi produksi batu bara,besi,dan baja
3.
Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi,dan komunikasi
4.
Meluaskan sistem perbankan dan perkreditan.
Industialisasi
ini meningkatkan pengolahan hasil produksi,sehingga membutuhkan kegiatan
pemasaran.
·
Perkembangan alat dan
tekhnologi yang mencakup penggunaan computer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan
tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
·
Perkembangan ilmu dan
metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model
keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan
memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai
berikut:
1.
Pengamatan
(observasi) atas metode kerja yang berlaku
2.
Pengamatan
terhadap metode kerja melalui pengukuran
dan analisi ilmiah
3.
Pelatihan
pekerja baik dengan metode baru.
4.
Pemanfaatan
umpan balik dalam pengelolaan atas proses kerja.
B. Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen Produksi dan operasi adalah
seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinasikan faktor-faktor produksi
secara efisien untuk menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk
(barang dan jasa) yang dihasilkan oleh organisasi.
Suatu organisasi melakukan aktivitas
produksi dan operasi,berawal dari adanya kebutuhan dan keinginan konsumen.Dari
kebutuhan dan keinginan ini,maka organisasi mentransformasikannya ke dalam
sesuatu bentuk yang dapat memenuhi /memuaskan kebutuhan dan keinginan
konsumenitu.
Istilah manajemen produksi yang telah
banyak dipakai secara meluas,dipandang kurang mencakup seluruh kegiatan
sistem-sistem produktif dalam masyarakat ekonomi kita.Istilah
“produksi”nampaknya berkonotasi sebagai organisasiproduk, yaitu aktivitas yang
yang menghasilkan barang,baik barang jadi maupun barang setengah jadi,bahan
industri dan suku cadang dan komponen-komponen.Oleh karena itu istilah yang
lebih umum yaitu “operasi” disubtisutikan untuk menegaskan dasar umum bidang
iniyang terda.
Misalnya,perusahaan motorolla mengambil
sejumlah input dari lingkungannya seperti komponen-komponen dan bahan-bahan
baku dari pemasok,dan kemudian mentransformasikan untuk menambah nilai dan
kemudian menghasilkan output (seperti telephone tanpa kabel) yang terdapat di
jual untuk mendapatkan.proses konversi yang terjadi ini di sebut sistem
produksi
C.
Pengertian produksi
Proses adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai
barang tersebut bertambah.Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang
digunakan dalam proses produksi,dan output adalah barang atau jasa yang
dihasilkan dari suatu proses produksi.Sedangkan menurut,sukanto dan indriy,produksi
merupakan pusat pelaksanaan kegiatan konkrit mengadakan barang-barang dan
jasa-jasa.Tanpa kegiatan ini kosonglah arti suatu badan usaha.
Produksi adalah suatu kegiatan yang mengubah input menjadi
output.Kegiatan tersebut dalam ekonomi biasa di nyatakan dalam fungsi
produk.Fungsi produk menunjukan jumlah maksimum output yang dapat dihasilkan
dari pemakaian sejumlah input dengan menggunakan teknologi tertentusedangkan
menurut Ari sudarman,produksi sering didefinisikan sebagai penciptaan
guna,dimana guna berarti kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
Menurut definisi diatas produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya
mencakup pengertian yang sangat luas,produksi meliputi semua aktivitas dan
tidak hanya mencakup pembuatan barang-barang yang dapat dilihat dengan
menggunakan faktor produksi.Faktor produksi yang dimaksud adalah berbgai macam
input yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi
tersebut diklasifikasi menjadi faktor produksi tenaga kerja modal,dan bahan
mentah.Ketiga faktor produksi tersebut dikombinasikan dalam jumlah dan kualitas
tertentu.Aktivitas yang terjadi di dalam proses yang meliputi
perubahan-perubahan bentuk,tempat dan waktu penggunaan hasil-hasil produksi.
D.
Proses Produksi
Jenis-jenis proses produksi
Jenis-jenis proses produksi ada
berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi proses produksi dilihat dari
wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi,proses perubahan bentuk,proses assembling,proses transportasi dan
proses penciptaan jasaa-jasa administrasi.Proses produksi dilihat dari arus
atau flowbahan mentah sampai menjadi
produksi akhir,terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous Processes) dan proses produksi
terputus-putus (intermittent Processes).
Perusahaan menggunakan proses
produksi terus-menerus apabil di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang
pasti sejak dari bahan mentah saampai proses produksi akhir.Proses produksi
terputus-putus apabvila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan
baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah.
Penentuan tipe produksi di dasarkan
pada faktor-faktor seperti : (1) volume atau jumlah produk yang akan
dihasilkan, (2) kualitas produk yang diisyaratkan, (3) peralatan yang tersedia
untuk melaksanakan proses.Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai
faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk
setiap situasi produksi.Macam tipe proses produksi dari berbagai industry dapat
dibedakan sebagai berikut:
1.
Proses Produksi
Terus-Menerus
Proses produksi terus-menerus adalah
proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi
berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses.Pada umumnya industri
yang cocok dengan tipe ini aalah yang memiliki karakteristik yaitu output
direncanakan dalam jumlah besar,variasi atau jenis produk yang dihasilkan
rendah dan produk bersifat standar.
- Proses Produksi Terputus-putus
Produk diproses dalam kumpulan
produk bukanb atas dasar aliran terus-menerus dalam proses produk
ini.Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau
lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses, sehingga lebih
banyak memerlukan persediaan barang dalam proses.
- Proses Produksi Campuran
Proses produksi ini merupakan
penggabungan dari proses produksi
terus-menerus dan terputus-putus.Penggabungan ini digunakan berdasarkan
kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara
penuh.
E.
Pengambilan keputusan dalam
manajemen produksi
Dalam mengatur dan
mengkoordinasi penggunaan sumber-sunber daya,manajer produksi perlu membuat
keputusan-keputusan yang berhubungan dengan upaya-upaya untuk mencapai tujuan,
agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat seperti yang diharapkan
yaitu tepat mutu (kualitas),tapat jumlah (kuantitas) dan tepat waktu dngan
biaya yang rendah.
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus
diambil,terdapat empat macam pengambilan keputusan:
a.
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang pasti (certainty).
b.
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
c.
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainty).
d.
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan
utama yaitu:
1.
Proses
Keputusan – keputusan dalam kategori ini menentukan
proses fisik atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksi barang atau
jasa.keputusan mencakup jenis peralatan dan teknologi,arus proses,tata letak
(lay out) peralatan dan seluruh aspek fisik pabrik atau fasilitas jasa
pelayanan.
2. Kapasitas
Keputusan kapasitas dimaksudkan untuk menentukan
besarnya kapasitas yang tepat dan penyediaan waktu yng tepat.Kapasitas jangka
panjang ditentukan oleh besarnya fasilitas fisik yang dibangun.Dalam jangka
pendek kapasitas kadang-kadang diperbesar dengan mengadakan sub-kontrak kepada
pihak luar atau penambahan regu (shift) atau menyewa ruangan/peralatan
tambahan.
3.
Persediaan
Manajer persediaan membuat keputusan-keputusan dalam
bidang produksi,menyangkut apa yang dipesan,berapa banyak pemesanan,serta kapan
pemesanan dilakukan.
4. Tenaga kerja
Dalam manajemen produksi,penentuan dan pengelolaan
tenaga kerja atau sumber daya manusia menempati posisi sangat penting.Proses
produksi tidak mungkin berlangsung tanpa tenaga kerja yang menggarap kegiatan
untuk menghasilkan produk,baik berupa barang atau jasa.Keputusan tentang tenaga
kerja mencakup seleksi,pengajian,pelatihan,penempatan,penyelian,atau supervisi.
5. Mutu Kualitas
Fungsi produksi ditandai dengan penekanan tanggung
jawab yang lebih besar terhadap mutu barang atau jasa yang dihasilkan.Mutu
merupakan tanggung jawab produksi yang penting dan harus didukung oleh
organisasi secara keseluruhan.
F.
Ruang lingkup manajemen
produksi
Manajemen produksi dan
operasi pada umumnya selalu terkait dengan produktifitas.Justifikasi pada
pelaksanaan kegiatan sistem operasi yang produktif dapat dilakukan berdasarkan
beberapa karakteristik berikut :
a. Efisien,yang menyangkut pengertian output
persatuan input,seringkali disebut sebagai produktivitas dan diukur dalam
satuan output yang di hasilkan per jam.Efisien berarti doing the thing
right.
b. Efektivitas,yaitu menyangkut kebenaran dalam
melakukan suatu proses.Seringkali disebut sebagai doing the right thing.
c. Kualitas,merupakan indikator yang menunjukan
tingkat keberhasilan kinerja dari output.
d. Tingkat keandalan dalam penyediaan output,yang
berkaitan dengan waktu pengiriman kepada pelanggan.
e. Fleksibilitas,menyangkut mudah tidaknya proses
lain yang berbeda.juga menunjukkan kecepatan memberikan respon positif dalam
pembuatan produk baru atau perubahan volume output.
Karakteristik di atas terrefleksi dalam
kegiatan manajerial dalam melaksanakan proses transformasi,yaitu:
a.
Perencanaan Output.Meliputi penyeleksian dan pendesainan produk atau jasa yang ditawarkan
ke konsumen.
b.
Perencanaan kapasitas.penentuan kapan dan berapa banyak fasilitas,peralatan/mesin,tenaga
kerja yang ada.
c.
Penentuan Lokasi.Memuaskan di mana lokasi produksi,penyimpanan/gudang,da fasilitas
lainnya.
d.
Desain Proses Transformasi.Penetua aspek transformasi fisik dalam kegiatan produksi.
e.
Tata ruang/Lay Out
Fasilitas.Menentukan aliran proses yang tepat dan lay
out peralatan/mesin agar fasilitas dapat bekerja secara efisien dan efektif
dalam mengakomodasi kegiatan transformasi.
f.
Desain Kerja.Menentukan cara terbaik menggunakan tenaga kerja dalam proses,termasuk
studi gerakan,lay out tempat kerja,dan kondisi lingkungan kerja.
g.
Perencanaan Agregat.Menyangkut antisipasi kebutuhan tenaga kerja,bahan baku dan
penolong,dan fasilitas tahunan,bulanan,dan minngguan.
h.
Manajemen Persediaan.memutuskan berapa banyak bahan baku,pekerjaan dalam proses,dan jumlah
barang akhir.
i.
Mmanajemen Proyek.Mempelajari bagaimana merencanakan dan mengendalikan kegiatan proyek
agar sesuai dengan kinerja yang diharapkan,jadwal,dan spesifikasi biaya.
j.
Perencanaan Kebutuhan
Bahan.Menentukan kapan memesan dan menghasilkan bahan
dan bagaimana memenuhi jadwal pengiriman.
k.
Penjadwalan.Menentukan kapan masing-masing kegiatan atau tugas dalam proses
transformasi dikerjakan,dan kapan seharusnya input masuk.
l.
Pengendalian kualitas.Menentukan bagaimana standar kualitas dikembangkan dan dipelihara.
m.
Reliabilitas dan
Pemeliharaan.Menentukan bagaimana kinerja yang sesuai
dari output dan proses transformasi sendiri yang harus dipelihara.
G. Fungsi Dan Sistem Produksi Dan Operasi
Yang dimaksud dengan sistem adalah merupakan
suatu rangkaian unsur-unsur yang saling terkait dan dan tergantung serta saling
pengaruh-mempengaruhi satu dengan yang lainnya, yang keseluruhannya merupakan
suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan bagi pencapaian suatu tujuan tertentu.
Sedangkan yang dimaksud dengan sistem produksi dan operasi adalah suatu
keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh
dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.
Sistem
produksi tidak hanya terdapat pada industri manufaktur, tetapi juga dalam
industri jasa seperti perbankan, asuransi, pasar swalayan dan rumah sakit.
Sistem produksi dan operasi dalam industri jasa menggunakan bauran yang berbeda
dari masukan yang dipergunakan dalam industri manufaktur.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel, menara microwave, station, computers dan operator telepon.
H. Lokasi Dan lay Out Pabrik
Salah satu faktor yang menentukan aktivitas produksi dan
operasi yang produktif adalah melalui perencanaan penentuan lokasi usaha.perencanaan
lokasi perusahaan/pabrik perlu dilakukan sebaik-baiknya karena kesalahan dalam
penentuannya akan berdampak kepada ketidakefektifan dan ketidakefisienan
operasi yang berdampak pada kurangnya produktivitas usaha sehingga akhirnnya
perusahaan dapat mengalami kerugian terus menerus.
Perusahaan-perusahaan sering membuat kesalahan dalam
pemilihan lokasi dan tempat fasilitas-fasilitas produksinya.suatu perusahaan
memilih lokasi di mana tenaga kerja sulit di dapat,beberapa bulan setelah
pindah perusahaan menghadapi masalah tenaga kerja.Perusahaan lain membeli tana
untuk lokasi pabriknya sangat murah,tetapi kemudian disadari bahwa konndisi
tanahya sangat jelek sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya yang sangat
besar untuk fodasinya.Perusahaan memilih lokasi di kawasan industri jauh dari
liar kota,padahal produk perusahaan harus cepat sampai ke tangan konsumen,maka
perusahaan harus membayar biaya distribusi yang sangat besar.Lokasi suatu
perusahaan tidak memungkinkan pembuangan limbahnya,masyarakat menuntut
perusahaan pindah dan sebagainya.
Bagi suatu perusahaan mungkin yang lebih penting bagi
perusahaan lain adalah dekat dengan sumber-sumber penyediaan bahan dan
komponen.Organisasi lainnya mungkin menemukan bahwa faktor yang paling penting
adalah memilih lokasi di mana tersedia tenaga kerja yang mencukupi kebutuhan
organisasi,ataupun biaya transportasi,yang sangat tinggi bila produk berat dan
besar.
Alasan utama terjadinya perbedaan dalam pemilihan lokasi
adalah adanya perbedaan kebutuhan masing-masing perusahaan.Lokasi yang baik
adalah suatu persoalan individual.Hal ini sering disebut pendekatan
“Situasional” atau “Contingency” untuk pembuatan keputusan bila dinyatakan
secara sederhana,”Semuanya Tergantung”.Secara umum faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi perusahaan:
1.
Lingkungan Masyarakat,Kesediaan masyarakat suatu daerah menerima segala konsekuensi,baik
konsekuensi positif maupun negatif didirikannya suatu pabrik di daerah tersebut
merupakan suatu syarat penting.Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai
lingkungan dan ekologi di mana perusahaan akan berlokasi,karena pabrik-pabrik
sering memproduksi limbah dalam berbagai bentuk,seperti air,udara atau limbah
zat padat yang telah tercemar,dan sering menimbulkan suara bising.Masarakat
membutuhkan industri atau perusahaan karena menyediakan berbagai lapangan
pekerjaan dan uang dibawa industri ke masyarakat.
2.
Letak Passar.Biaya distribusi produk ke konsumen sangat penting dalam
mempertimbangkan faktor letak pasar.Produk dapat berupa barang yang harus
dijual ke konsumen secara luas atau hanya sebagian kecil masyarakat,atau
merupakan bahan mentah yang akan diolah oleh perusahaan/pabrik
lain.Pengaruh pasar ini sangat kuat,seperti mudah sekali terjadi perubahan
keadaan pasar karena selera konsumen,maka sebaiknya pabrik/perusahaan
diletakkan dekat dengan pasar supaya mudah mengetahui setiap perubahan yang
terjadi.Kecepatan dan kemudahan dalam melayani konsumen juga merupakan alasan
lain pemilihan lokasi yang mendekati pasar.Misalnya,memberikan pelayanan yang
lebih baik dalam sektor jasa,daerah pasar biasanya ditentukan oleh waktu
perjalanan para langganan ke fasilitas (bank,fasilitas rekreasi,restaura,rumah
sakit) atau waktu perjalanan para pemberi pelayanan(jasa) para langganan (mobil
pemadan kebakaran,ambulan rumah sakit,pemassang telepon).Lokasi suatu fasilitas
dapat juga lebih menentukan daerah pasarnya,dibanding daerah pasar menentukan
lokasi fasilitas.
3.
Letak Summber Tenaga
kerja.Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja
dan biaya produksi adalah tenaga kerja.Di mana pun lokasi perusahaan,hharus
mempunyai tenaga kerja,karenaitu cukup tersedianya tenaga kerja merupakan hal
yang mendasar.bannyak perusahaan sekarang,kebiasaan dan sikap calon pekerja
suatu daerah lebih pentingdari keterampilan dan pendidikan,karena jarang
perusahaan yang dapat menemukan tenaga kerja baru yang telah siap pakai untuk
pkrjaan yang sangat bervariasi dan tingkat spesialisasi yang sangat
tinggi,sehingga perusahaan harus menyelenggarakan program latihan khusus bagi
tenaga kerja baru.orang-oranng dari suatu daerah dapat menjadi tenaga kerja
yang lebih baik dibanding dari daerah lain,seperti tercermin pada tingkat
absensi yang berbeda dan semangatkerja mereka,tingkat upah yang yang berlaku;
serta persaingan antara perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang
berkualitas tinggi,perlu diperhatikan.
4.
Kedekatan Dengan Bahan
Mentah Dan Pensuplai.Apabila bahan mentah berat dan
susut cukup besar dalam proses produksi maka perusahaan lebih baik berlokasi
dekat bahan-bahan mentah,misal pabrik semen,kayu,kertas,dan baja.bila produk
jadi lebih berat,besar,dann bernilai rendah maka lokasi dipilih
sebaliknya.begitu juga bila bahan mentah lekas rusak,seperti perusahaan
buah-buahan dalam kaleng,lebih baik dekat bahan mentah.Lebih dekat dengan bahan
mentah dan para penyedia (pensuplai)memungkinkan suatu perusahaan mendapatkan
pelayanan penyuplaian yang lebih baik dan menghemat biaya pengadaan bahan.
5.
Tersedianya Fasilitas
Transportasi.Tersedianya fasilitas transportasi baik
lewat darat,udara dan air akan melancarkan pengadaan faktor-faktor produksi dan
penyaluran produk perusahaan.pentingnya pertimbangan biaya transportasi
tergantung “sumbangan”nya terhadap total biaya.Misalnya untuk perusahaan
komputer yang biaya transportasinya hanya sekitar 1% atau 2% dari total
biaya,tidak jadi masalah di mana pun lokasi perusahaan,berbeda di banding
perusahaan semen.Bagaimana pun juga,biaya transportasi tidak dapat dihilangkan
di manapun perusahaan berlokasi,karena produk perusahaan harus disalurkan dari
produsen di antara sber bahha eta da pasar yag meminimumkan biaya transportasi.
6.
Sumber-Sumber Daya. Perusahaan-perusahaan seperti pabrik kertas, baja,karet,
kulit,gula, tenun, pemprosesanmakanan,alumunium,dan sebagainya sanagt
memerlukan air dalam kualitas yang besar.Selain itu,hamper setiap industri
memerlukan tenaga baik yang dibangkitkan dari aliran
listrik,diesel,air,angin,dan lain-lain.Oleh sebab itu perlu diperhatikan
tersedianya sumber daya-sumberdaya (alam) dengan murah dan mencukupi.
Selain faktor-faktor di atas,berbagai faktor
berikut ini perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi: harga tanah,peraturan-peraturan
tenaga kerja,lokasi pabrik-pabrik dan gudang-gudang pesaing,tingkat
pajak,kebutuhan untuk ekspansi,cuaca atau iklim,keamanan,serta konsekuensi
pelaksanaan peraturan tentang lingkungan hidup.
Setelah lokasi ditentukan maka perusahaan
harus menentukan di bagian mana pabrik atau bangunan perusahaan akan
didirikan.Berbagai faktor yang perlu diperhatikan untuk pemilihan tempat (site) antara lain adalah tanah
seharusnya kering dan kuat untuk menyangga bangunan;mempunyai keamanan dan
perlindungan kebakaran yang baik;bila pabrik mengeluarkan asap,harus cukup
banyak angin yang membawa asap tersebut keluar daerah permukiman;biaya-biaya grading,fondaasi,dan hubungan-hubungan
kegunaan ;cukup tersedia areal untuk bangunan yang ada sekarang untuk ekspansi
dan parker kendaraan karyawan ;dekat dengan sistem transportasi masyarakat
;tingkat agresifitas masyarakat karena kemajuan indutri;dan sebagainya.
Untuk itu,penentuan/pemilihan lokasi suatu
perusahaan /pabrik mmerlukan suatu metode agar diperoleh suatu lokasi yang
tepat.Metode pemilihan lokasi pabrik ada dua,yaitu:
a.
Metode
Kualitatif,yaitu metode yang tidak menggunakan satuan bnesaran kuantitatif,karena
sulitnya memilih,kadang-kadang dibantu dengan pemikiran berdasarkan
pengalaman.Cara penentuan lokasi,melalui pemberin scoring terhadap
faktor-faktor yang dianggap penting dalam pemilihan/penentuan lokasi pabrik
seperti disebutkan di atas.
b.
Metode
Kuantitatif,Yaitu metode yang menggunakan satuan besaran kuantitatif,seperti biaya
dan sebagainya.Metode yang dapat digunakan diantaranya adalah:
1) Metode Kuantitatif
dengan Garis Biaya
2) Metode Pusat
Gravitasi
3) Metode Analisis Inkremental
4) Metode Transportasi
DAFTAR PUSTAKA
Anoraga,Pandji.
1995. Manajemen koperasi. Jakarta: PT
dunia Pustaka Jaya
Basil,
douglas C. Cook, Curtuis W. 1974. The managem,ent of cange. London: Mc Graw
Hill Ltd.
Martin,E Wain
Right.at.al.1994.Managing Information Technology :What Managers Need To
Know.New York:MacMillan Publishing Company.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar